Retargeting Ads: Strategi Jitu Mengubah Pengunjung Jadi Pembeli
Retargeting Ads: Strategi Jitu Mengubah Pengunjung Jadi Pembeli

Retargeting Ads: Strategi Jitu Mengubah Pengunjung Jadi Pembeli

Dalam dunia digital marketing yang semakin kompetitif, mendapatkan perhatian audiens hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mengubah mereka yang sudah mengunjungi website menjadi pelanggan yang melakukan pembelian. Di sinilah Retargeting Ads berperan penting.

Retargeting Ads adalah strategi iklan yang menyasar kembali pengguna yang pernah berinteraksi dengan bisnismu, misalnya mengunjungi website, menambahkan produk ke keranjang belanja, atau berhenti di halaman checkout. Dengan pendekatan yang tepat, strategi ini terbukti mampu meningkatkan konversi hingga beberapa kali lipat.

Apa Itu Retargeting Ads?

Retargeting Ads (atau remarketing) adalah teknik pemasaran digital di mana iklan ditampilkan kepada orang yang sebelumnya sudah mengunjungi situs web atau menggunakan aplikasi bisnismu.

Contohnya, kamu pernah melihat produk sepatu di toko online, lalu keesokan harinya iklan sepatu yang sama muncul di media sosial atau di situs berita yang kamu baca. Itu adalah bentuk nyata dari retargeting.

Platform yang paling umum digunakan untuk menjalankan Retargeting Ads antara lain:

  • Google Ads (Display & Search Remarketing)

  • Facebook & Instagram Ads (Meta Pixel)

  • TikTok Ads

  • LinkedIn Ads (untuk B2B)

Tujuannya sederhana: mengingatkan kembali audiens yang hampir membeli agar akhirnya benar-benar melakukan transaksi.

Mengapa Retargeting Ads Penting untuk Bisnis?

Tidak semua pengunjung website langsung membeli produk setelah kunjungan pertama. Faktanya, rata-rata hanya 2% pengunjung yang langsung melakukan konversi. Sisanya perlu diyakinkan lagi.

Retargeting membantu bisnis dengan cara berikut:

  1. Meningkatkan Brand Recall

    Iklan yang muncul berulang kali membuat merekmu selalu diingat. Semakin sering audiens melihat brand-mu, semakin besar kemungkinan mereka akan membeli.

  2. Meningkatkan Konversi

    Retargeting menyasar orang yang sudah tertarik, jadi peluang mereka melakukan tindakan lebih tinggi dibanding iklan ke audiens baru.

  3. Menurunkan Biaya Iklan (CPA)

    Karena targetnya lebih spesifik dan relevan, biaya per konversi cenderung lebih rendah dibanding iklan ke cold audience.

  4. Mendukung Funnel Marketing

    Retargeting sangat cocok digunakan di tahap consideration dan decision, di mana calon pelanggan sedang menimbang untuk membeli.

Bagaimana Cara Kerja Retargeting Ads?

Cara kerja retargeting cukup sederhana namun sangat efektif. Berikut alurnya:

  1. Tracking Pixel atau Cookie Ditanam di Website
    Saat seseorang mengunjungi websitemu, script kecil (seperti Facebook Pixel atau Google Tag) merekam aktivitas mereka.

  2. Data Pengunjung Tersimpan
    Informasi seperti halaman yang dikunjungi, produk yang dilihat, atau tindakan yang dilakukan disimpan dalam daftar audiens.

  3. Menampilkan Iklan ke Pengunjung Tersebut
    Ketika pengunjung itu membuka platform lain (misalnya Facebook atau situs berita), sistem menampilkan iklan yang relevan sesuai aktivitas mereka sebelumnya.

  4. Mendorong Mereka Kembali ke Website
    Tujuan akhirnya adalah membuat mereka kembali dan menyelesaikan tindakan — misalnya pembelian, pendaftaran, atau mengunduh aplikasi.

Jenis-Jenis Retargeting Ads

Ada beberapa jenis retargeting yang bisa kamu gunakan tergantung strategi dan platform:

  1. Site Retargeting

    Menargetkan orang yang sudah mengunjungi websitemu. Cocok untuk e-commerce atau landing page produk.

  2. Search Retargeting

    Menargetkan orang yang mencari kata kunci tertentu di mesin pencari. Sangat efektif untuk menjangkau orang dengan niat beli tinggi.

  3. Email Retargeting

    Menampilkan iklan ke orang yang sudah berinteraksi melalui email (misalnya membuka newsletter atau klik link tertentu).

  4. Dynamic Retargeting

    Menampilkan produk spesifik yang sebelumnya dilihat pengguna. Misalnya, seseorang melihat laptop merek A, maka iklan yang muncul adalah laptop tersebut — bukan produk lain.

Strategi Efektif Mengoptimalkan Retargeting Ads

Agar hasilnya maksimal, kamu perlu memperhatikan beberapa strategi berikut:

  1. Segmentasikan Audiens

    Jangan menarget semua pengunjung dengan iklan yang sama. Bedakan antara pengunjung baru, yang sudah lihat produk, dan yang sudah hampir checkout.

  2. Gunakan Pesan yang Tepat

    Sesuaikan pesan iklan dengan tahap funnel.

    • Awareness: Tampilkan keunggulan produk.

    • Consideration: Tawarkan testimoni atau ulasan.

    • Decision: Beri diskon atau promo terbatas.

  3. Gunakan Durasi Iklan yang Tepat

    Jangan menayangkan iklan terlalu lama pada orang yang sama. Atur frekuensi agar tidak menimbulkan efek jenuh.

  4. Gunakan Desain Iklan yang Menarik

    Visual yang kuat dan CTA (Call to Action) yang jelas sangat berpengaruh pada tingkat klik.

  5. Uji dan Analisis Secara Berkala

    Lakukan A/B Testing pada headline, gambar, dan audiens untuk melihat mana yang paling efektif meningkatkan konversi.

Kesalahan Umum dalam Retargeting Ads

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula dalam menjalankan retargeting antara lain:

  • Menayangkan iklan yang sama terlalu sering.

  • Tidak mengecualikan audiens yang sudah membeli.

  • Tidak melakukan segmentasi audiens.

  • Tidak menyesuaikan pesan dengan tahap pembelian.

Kesalahan-kesalahan kecil ini bisa membuat iklan terasa mengganggu dan menurunkan efektivitas kampanye.

Kesimpulan

Retargeting Ads adalah strategi ampuh untuk mengubah pengunjung yang hampir membeli menjadi pelanggan sungguhan. Dengan menargetkan audiens yang sudah tertarik, biaya iklan lebih efisien dan peluang konversi meningkat signifikan.

Kuncinya adalah memahami perilaku pengguna, menyusun pesan yang relevan, dan terus mengoptimalkan kampanye. Dengan strategi yang tepat, retargeting bukan hanya meningkatkan penjualan, tapi juga membangun loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.