Beriklan di dunia digital kini menjadi salah satu strategi utama untuk mempromosikan bisnis, menjangkau pelanggan baru, dan meningkatkan penjualan. Namun, tidak sedikit pengiklan — baik pemula maupun berpengalaman — yang masih terjebak dalam berbagai kesalahan yang menyebabkan hasil iklan tidak maksimal, bahkan menghabiskan anggaran tanpa hasil.
Agar kamu tidak mengalami hal yang sama, artikel ini akan membahas kesalahan umum dalam beriklan di dunia digital serta cara menghindarinya, sehingga kampanye iklanmu bisa lebih efektif, efisien, dan menguntungkan.
Tidak Memiliki Tujuan Iklan yang Jelas
Salah satu kesalahan paling mendasar adalah menjalankan kampanye iklan tanpa tujuan yang jelas. Banyak orang langsung membuat iklan dengan harapan “yang penting ramai dulu”, padahal setiap iklan harus memiliki tujuan spesifik.
Tujuan bisa bermacam-macam, seperti:
-
Meningkatkan penjualan produk tertentu
-
Mengumpulkan leads (nomor WhatsApp, email, pendaftaran)
-
Meningkatkan traffic ke website
-
Meningkatkan awareness terhadap brand
Tanpa tujuan yang spesifik, kamu tidak akan tahu apakah iklanmu sukses atau gagal.
Solusi: Sebelum membuat iklan, tentukan tujuan utama dan gunakan metrik yang sesuai. Misalnya, jika ingin meningkatkan penjualan, fokuslah pada konversi, bukan sekadar jumlah klik.
Tidak Mengenal Target Audiens dengan Baik
Kesalahan umum lainnya adalah beriklan tanpa memahami siapa target audiens yang ingin dijangkau.
Jika target terlalu luas, iklanmu akan tampil kepada orang yang tidak tertarik, membuat biaya meningkat dan hasil menurun.
Contoh: Menjual produk skincare tetapi menarget semua usia dan semua jenis kelamin — tentu tidak efisien.
Solusi:
-
Tentukan demografi (usia, gender, lokasi).
-
Pahami minat, perilaku, dan kebutuhan audiens.
-
Gunakan data pelanggan sebelumnya untuk membuat Custom Audience.
-
Uji beberapa segmen audiens untuk menemukan yang paling responsif.
Semakin spesifik targetmu, semakin efisien biaya iklan dan semakin tinggi tingkat konversinya.
Mengabaikan Kualitas Konten Iklan
Banyak pengiklan terlalu fokus pada anggaran dan teknis iklan, tetapi lupa pada konten dan pesan yang disampaikan.
Padahal, konten adalah faktor utama yang menentukan apakah audiens akan tertarik atau tidak.
Kesalahan yang sering terjadi:
-
Desain visual membosankan
-
Headline tidak menarik
-
Pesan terlalu umum dan tidak relevan
-
Tidak ada Call to Action (CTA) yang jelas
Solusi:
Gunakan visual yang mencuri perhatian dan pesan yang menyentuh kebutuhan audiens.
Contoh:
Alih-alih “Beli Produk Kami Sekarang”, cobalah “Kulit Cerah dan Halus dalam 7 Hari — Coba Sekarang!”.
Gunakan CTA yang jelas seperti “Pesan Sekarang”, “Daftar Gratis”, atau “Dapatkan Diskon Hari Ini”.
Tidak Melakukan Pengujian (A/B Testing)
Banyak bisnis langsung meluncurkan iklan dan berharap hasilnya bagus tanpa melakukan pengujian terlebih dahulu.
Padahal, A/B testing sangat penting untuk mengetahui elemen mana yang paling efektif.
Dengan A/B testing, kamu bisa membandingkan:
-
Dua versi headline
-
Gambar vs video
-
CTA berbeda
-
Target audiens berbeda
Solusi:
Uji satu elemen pada satu waktu, lalu bandingkan hasilnya.
Iklan dengan performa terbaik bisa kamu teruskan dan optimalkan untuk hasil maksimal.
Pengujian ini membantu kamu menghemat budget dan meningkatkan ROI (Return on Investment).
Tidak Memantau dan Menganalisis Data
Kesalahan fatal berikutnya adalah membiarkan iklan berjalan tanpa evaluasi.
Platform seperti Google Ads dan Meta Ads (Facebook & Instagram) menyediakan data lengkap tentang performa iklan, seperti CTR, CPC, dan konversi.
Namun, banyak pengiklan mengabaikan data tersebut dan tidak melakukan evaluasi rutin.
Solusi:
-
Pantau performa iklan setiap hari atau setidaknya setiap minggu.
-
Analisis mana yang memberikan hasil terbaik dan mana yang perlu dihentikan.
-
Gunakan laporan untuk memperbaiki strategi berikutnya.
Ingat, data adalah panduan utama untuk pengambilan keputusan dalam digital marketing.
Mengabaikan Pengalaman Pengguna (User Experience)
Kamu bisa membuat iklan yang menarik dan menjangkau ribuan orang, tetapi jika halaman tujuan (landing page) tidak nyaman, semua akan sia-sia.
Bayangkan iklanmu mengarahkan ke situs lambat, desainnya berantakan, atau tidak mobile-friendly — calon pelanggan pasti langsung pergi.
Solusi:
-
Pastikan halaman cepat diakses (<3 detik).
-
Gunakan desain yang rapi, CTA jelas, dan navigasi mudah.
-
Optimalkan untuk tampilan mobile, karena sebagian besar pengguna mengakses dari smartphone.
Iklan yang bagus tanpa user experience yang baik hanya akan menghabiskan anggaran tanpa hasil.
Tidak Memanfaatkan Retargeting Ads
Banyak bisnis berhenti setelah iklan pertama gagal, padahal 90% pengunjung tidak langsung membeli di kunjungan pertama.
Di sinilah Retargeting Ads berperan.
Dengan menampilkan iklan kembali kepada orang yang sudah pernah berinteraksi dengan brand-mu, peluang konversi bisa meningkat hingga 70%.
Solusi:
Gunakan Facebook Pixel atau Google Remarketing Tag untuk melacak pengunjung, lalu tampilkan iklan personal seperti:
-
Produk yang sebelumnya mereka lihat
-
Diskon khusus untuk pengunjung lama
-
Penawaran terbatas agar mereka segera membeli
Retargeting membuat iklanmu lebih efisien dan meningkatkan ROI.
Tidak Mengatur Anggaran dengan Bijak
Menghabiskan seluruh anggaran hanya untuk satu jenis kampanye tanpa strategi cadangan adalah kesalahan umum lainnya.
Kadang pengiklan terlalu percaya diri dengan satu iklan dan tidak menyiapkan rencana alternatif.
Solusi:
-
Bagi anggaran menjadi beberapa bagian (misalnya 60% untuk kampanye utama, 30% untuk testing, 10% untuk retargeting).
-
Gunakan daily budget limit agar pengeluaran tidak meledak.
-
Pantau pengeluaran harian dan hentikan iklan yang tidak efektif.
Dengan manajemen anggaran yang baik, kamu bisa tetap beriklan meski dana terbatas.
Tidak Menyesuaikan Strategi dengan Perubahan Algoritma
Algoritma iklan di platform digital seperti Facebook, Google, atau TikTok terus berubah.
Jika kamu tidak mengikuti perkembangan, strategi lama bisa menjadi tidak relevan lagi.
Solusi:
Selalu update informasi terbaru melalui:
-
Blog resmi platform iklan (Meta, Google, TikTok for Business)
-
Komunitas digital marketing
-
Kursus atau webinar online
Adaptasi cepat terhadap perubahan algoritma akan membuat kampanye tetap relevan dan efisien.
Kesimpulan
Beriklan di dunia digital memang membuka peluang besar, tetapi tanpa strategi yang tepat, kamu bisa kehilangan uang dan waktu.
Kesalahan seperti tidak memiliki tujuan jelas, mengabaikan data, tidak memahami audiens, atau melupakan pengalaman pengguna adalah hal-hal yang sering menghambat keberhasilan kampanye.
Untuk menghindarinya:
-
Rencanakan tujuan yang jelas.
-
Pahami siapa target audiensmu.
-
Gunakan data dan pengujian untuk mengoptimalkan hasil.
-
Pastikan konten iklan dan landing page selaras.
-
Lakukan evaluasi rutin agar anggaran tidak terbuang percuma.
Dengan strategi yang matang, kamu bisa menjalankan kampanye digital marketing yang lebih efisien, efektif, dan menguntungkan — bahkan dengan budget yang tidak terlalu besar.

