Kesalahan Umum Saat Bekerja dari Rumah dan Cara Mengatasinya
Kesalahan Umum Saat Bekerja dari Rumah dan Cara Mengatasinya

Kesalahan Umum Saat Bekerja dari Rumah dan Cara Mengatasinya

Bekerja dari rumah, atau work from home (WFH), kini telah menjadi bagian penting dari kehidupan profesional modern. Banyak orang menikmati fleksibilitas yang ditawarkan — tidak perlu menghadapi macet, bisa mengatur waktu sendiri, dan bekerja dari lingkungan yang nyaman. Namun, di balik kenyamanan itu, ada tantangan tersembunyi yang sering membuat produktivitas menurun. Banyak pekerja mengalami penurunan fokus, kelelahan mental, bahkan kesulitan memisahkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Padahal, jika dilakukan dengan strategi yang tepat, bekerja dari rumah bisa menjadi cara paling efisien untuk mencapai keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas kesalahan umum saat bekerja dari rumah yang sering dilakukan banyak orang, serta cara mengatasinya agar kamu tetap produktif, fokus, dan bahagia.

Tidak Memiliki Rutinitas yang Jelas

Salah satu kesalahan paling umum saat bekerja dari rumah adalah tidak punya rutinitas harian yang teratur. Karena merasa bebas tanpa jam kantor yang kaku, banyak orang mulai bekerja kapan saja — bahkan tanpa batas waktu yang jelas. Akibatnya, ritme kerja menjadi berantakan dan energi cepat habis.

Cara Mengatasinya:
Buat jadwal tetap seperti saat kamu bekerja di kantor. Tentukan jam mulai, jam istirahat, dan jam selesai bekerja. Gunakan alarm atau aplikasi kalender untuk mengingatkanmu kapan harus fokus dan kapan waktunya berhenti. Rutinitas yang terstruktur akan membantu otak beradaptasi dan tetap produktif.

Mengabaikan Ruang Kerja yang Nyaman

Kesalahan lainnya adalah tidak menyiapkan area kerja khusus. Banyak orang bekerja di tempat tidur, di meja makan, bahkan di depan TV. Tanpa disadari, hal ini membuat tubuh cepat lelah dan pikiran sulit fokus karena lingkungan sekitar tidak mendukung aktivitas profesional.

Cara Mengatasinya:
Ciptakan ruang kerja pribadi, meski kecil. Pastikan pencahayaan cukup, meja tertata rapi, dan posisi duduk ergonomis. Hindari bekerja di tempat yang sama untuk beristirahat agar otak bisa membedakan antara “zona kerja” dan “zona santai.”

Tidak Menetapkan Batasan dengan Keluarga atau Teman

Salah satu tantangan terbesar saat WFH adalah gangguan dari lingkungan sekitar — anak, pasangan, atau teman yang tidak memahami bahwa kamu sedang bekerja. Akibatnya, fokus sering terpecah, dan tugas yang seharusnya selesai dalam satu jam bisa molor dua kali lipat.

Cara Mengatasinya:
Komunikasikan dengan orang di rumah bahwa kamu memiliki jam kerja yang tidak boleh diganggu, kecuali untuk hal penting. Gunakan sinyal visual, seperti menutup pintu ruangan atau memakai headset, agar orang lain tahu kamu sedang fokus.

Multitasking Berlebihan

Bekerja dari rumah sering menggoda kita untuk melakukan banyak hal sekaligus: membalas email sambil menonton serial, mencuci piring di sela rapat, atau bahkan memasak saat deadline mendekat. Padahal, multitasking bisa menurunkan produktivitas hingga 40%, karena otak harus berpindah fokus terus-menerus.

Cara Mengatasinya:
Gunakan teknik time blocking, yaitu mengatur waktu untuk fokus pada satu tugas saja. Misalnya, 9.00–10.30 untuk menulis laporan, 10.30–11.00 untuk membalas email. Dengan cara ini, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan berkualitas.

Tidak Istirahat Secara Teratur

Banyak pekerja WFH justru lebih mudah kelelahan karena lupa beristirahat. Tanpa rekan kerja atau jam kantor yang jelas, kamu mungkin duduk berjam-jam tanpa jeda. Hasilnya, produktivitas menurun dan kesehatan terganggu — mulai dari nyeri punggung hingga stres kronis.

Cara Mengatasinya:
Gunakan metode Pomodoro, yaitu bekerja fokus selama 25 menit lalu istirahat 5 menit. Setelah empat sesi, ambil jeda lebih lama (15–30 menit). Cara sederhana ini terbukti mampu menjaga fokus dan energi sepanjang hari.

Kurang Komunikasi dengan Tim

WFH membuat komunikasi antaranggota tim tidak seintens saat di kantor. Jika tidak diantisipasi, bisa timbul kesalahpahaman, tumpang tindih pekerjaan, atau rasa terisolasi.

Cara Mengatasinya:
Gunakan alat komunikasi profesional seperti Slack, Microsoft Teams, atau Google Meet. Jadwalkan meeting rutin untuk pembaruan progres kerja. Selain itu, jangan ragu untuk menanyakan hal yang belum jelas — lebih baik bertanya daripada melakukan kesalahan karena asumsi.

Tidak Menjaga Keseimbangan Hidup

Kesalahan yang sering diabaikan adalah tidak memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi. Karena semua dilakukan di rumah, banyak orang sulit “mematikan mode kerja”. Akibatnya, stres meningkat dan kualitas hidup menurun.

Cara Mengatasinya:
Buat batasan yang tegas: setelah jam kerja selesai, benar-benar berhenti bekerja. Tutup laptop, keluar dari ruang kerja, dan lakukan aktivitas yang menyenangkan seperti olahraga ringan, memasak, atau menonton film. Dengan begitu, kamu bisa menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Kurang Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Saat bekerja dari rumah, aktivitas fisik cenderung menurun karena tidak ada perjalanan ke kantor atau interaksi sosial. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan tubuh dan mental — mulai dari berat badan naik, postur memburuk, hingga burnout.

Cara Mengatasinya:
Sisihkan waktu untuk olahraga ringan setiap hari. Tidak perlu lama, cukup 15–30 menit untuk peregangan, yoga, atau jalan kaki. Selain itu, jaga pola makan dan tidur yang cukup. Jika merasa jenuh, cobalah keluar rumah sejenak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Tidak Menetapkan Target Harian

Tanpa target yang jelas, pekerjaan terasa tanpa arah. Kamu mungkin merasa sibuk seharian, tetapi tidak benar-benar menyelesaikan hal penting.

Cara Mengatasinya:
Mulailah hari dengan to-do list atau daftar prioritas. Tentukan 3 hal terpenting yang harus diselesaikan hari itu. Ketika semuanya tercapai, kamu akan merasa lebih produktif dan puas dengan hasil kerjamu.

Meremehkan Pentingnya Penampilan

Bekerja dari rumah bukan berarti kamu bisa bekerja dengan pakaian tidur seharian. Meskipun terdengar sepele, penampilan memengaruhi mentalitas kerja. Jika kamu terlalu santai, otak cenderung ikut “malas bekerja.”

Cara Mengatasinya:
Gunakan pakaian yang rapi meski sederhana. Hal ini akan membantu otak beralih ke mode profesional dan meningkatkan rasa percaya diri.

Kesimpulan

Bekerja dari rumah memberikan banyak kebebasan, tetapi juga memerlukan disiplin, kesadaran diri, dan pengaturan waktu yang baik. Dengan memahami kesalahan umum di atas dan menerapkan solusi yang tepat, kamu bisa menjadikan WFH lebih efektif, sehat, dan menyenangkan.

Ingatlah, kunci sukses bekerja dari rumah bukan hanya soal teknologi atau koneksi internet, tetapi bagaimana kamu mengatur diri sendiri. Disiplin, fokus, dan keseimbangan hidup adalah tiga pilar utama agar kamu bisa tetap produktif tanpa kehilangan kendali atas kehidupan pribadi.