Menu

Software yang Dibutuhkan untuk Membangun dan Mengembangkan Aplikasi Basis Web

Untuk dapat membangun website atau mengembangkan suatu aplikasi basis web, web developer atau programmer membutuhkan beberapa software / aplikasi pendukung untuk dapat merancang, mendesain dan menulis script / kode program serta melihat hasilnya. Software yang dibutuhkan tersebut diantaranya:

  1. Text Editor, yaitu aplikasi yang digunakan untuk menulis script / kode program. Ada banyak aplikasi yang biasa digunakan para programmer seperti Notepad, Notepad++, Microsoft Visual Studio Code, Sublime Text, Atom, Brackets, Komodo Edit, BlueFish, Emacs, Vim, Geany, dsb. Kalau saya biasa menggunakan Notepad++ atau Visual Studio Code, tapi tergantung kebutuhan karena masing-masing aplikasi memiliki fitur atau kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda.
  2. Web Browser, yaitu aplikasi yang biasa digunakan untuk menampilkan halaman web atau untuk mengetes / melihat hasil dari baris kode program yang sudah ditulis. Kita semua mungkin sudah terbiasa menggunakan web browser dan punya web browser yang menjadi favorit. Browser yang biasa digunakan seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, Safari, Microsoft Edge, dsb.
  3. Web Server, yaitu suatu aplikasi di komputer server tempat dimana aplikasi web disimpan yang berfungsi memproses permintaan / request melalui protokol http/https dari client atau browser dan kemudian memberikan respon dengan mengirim halaman web yang diminta dalam bentuk dokumen html. Adapun jenis-jenis web server diantaranya : Apache Web Server, Apache Tomcat Server, Nginx Web Server, Lighttpd Web Server, IIS (Internet Information Services). Agar web server berfungsi optimal untuk aplikasi dinamis membutuhkan aplikasi server side processing seperti PHP atau ASPdan aplikasi database seperti MySql, SQL Server, MariaDB, dll. Untuk memudahkan dalam instalasi web server gunakanlah paket web server yang lengkap seperti XAMPP Server, Wampp Server, IIS, dll. Dengan paket web server misalnya XAMPP Server cukup sekali install maka otomatis akan terinstal web server Apache, PHP, phpMyAdmin untuk pengelolaan database.

Maka, sebetulnya dengan menginstal software sebagai kebutuhan dasar di atas, sudah bisa untuk mulai membangun dan mengembangkan aplikasi basis web. Akan tetapi untuk web developer / programmer tingkat lanjut atau untuk mengembangkan aplikasi yang lebih kompleks lagi, membutuhkan beberapa aplikasi tambahan yang disesuaikan sesuai kebutuhan sebagai berikut:

  1. Composer, yaitu aplikasi berupa tools dependency manager pada PHP, yang memungkinkan untuk membuat dan mengambil library yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi. Jadi, dengan composer programmer bisa menginstal library project php yang dibutuhkan untuk pengembangan aplikasinya.
  2. Postman, yaitu aplikasi yang berfungsi sebagai REST Client untuk menguji coba REST API. Intinya tool yang digunakan untuk menguji coba API yang sudah dibuat programmer.
  3. NodeJs, yaitu aplikasi untuk mengembangkan aplikasi basis web yang ditulis dengan bahasa pemrograman Javascript. Apabila selama ini Javascript hanya dapat bekerja pada sisi client / browser, tapi dengan NodeJs maka Javascript dapat bekerja sebagai server side processing seperti PHP. NodeJs juga memiliki library server http sendiri jadi tidak memerlukan web server seperti Apache atau nginx dan juga dapat bekerja dengan database relasional seperti MariaDB, MySql, PostgreSQL, SQLite, dll. serta juga mendukung database NoSql seperti MongoDB, CouchDB, Cassandra, HBase, DocumentDB, dll. Saat kita berhasil menginstal NodeJs maka otomatis akan terinstal NPM (Node Package Manager) yaitu tool yang dapat digunakan untuk membuat project baru, menginstal modul atau library dan menjalankan script command line.
  4. Git, yaitu aplikasi yang berfungsi sebagi tool untuk sistem pengontrol versi (Version Control System) dalam pengembangan suatu project aplikasi yang diciptakan oleh Linus Torvalds. Pengontrol versi ini akan mencatat setiap perubahan yang terjadi pada file project yang dibuat sendiri atau oleh tim. Jadi intinya Git akan memantau semua perubahan pada file project lalu menyimpannya ke dalam database. Git juga dikenal sebagai Distributed Revision Control (VCS terdistribusi) yang mana penyimpanan database Git tidak hanya terpusat pada satu tempat, karena tiap programmer yang terlibat dalam project akan menyimpan database Git, sehinga memudahkan dalam pengelolaan project baik online ataupun offline. Kemudian dapat dilakukan penggabungan kode pada file project yang dikerjakan.

Sampai jumpa dipostingan berikutnya.

“Yuk, siapa lagi yang ingin membuat website atau aplikasi, belajar pemrograman web dan Android juga bisa. Hubungi jasa pembuatan aplikasi web based & Android via WhatsApp di +62 813-2280-3299 atau 0822-1859-2680”