Menu

Waktunya Mengucapkan Selamat Tinggal pada BlackBerry Messenger (BBM)

BlackBerry Messenger atau BBM pertama kali diperkenalkan ke public pada tanggal 1 Agustus 2005 dibawah bendera perusahaan Research in Motion (RIM) yang kemudian menjadi BlackBerry. Tiga tokoh yang berperan penting dalam kelahiran BBM adalah Gary Klassen, Jeremy Kettle dan Jonathan Noble. Gary Klassen bergabung dengan BlackBerry tahun 2000 menjadi bagian dari tim pengembang software BlackBerry 950. Jeremy Kettle adalah karyawan RIM yang mengubah nama menjadi BlackBerry Messenger dari sebelumnya bernama Quick Messenger. Dan Jonathan Noble adalah karyawan RIM pertama yang menjadi Product Manager BBM.

Dikutip dari blog BlackBerry Jonathan Noble mengatakan “Kami bereksperimen dengan berbagai ide pesan instan. Kami menemukan bahwa jika kami membawa solusi PIN dipadukan dengan GUI (graphical user interface), kami memiliki produk hebat”. Sementara itu Gary Klassen juga menjelaskan “BBM adalah komunikasi teks pertama yang instan, bisa antar operator dan mobile, pada saat orang masih terpaku pada komputer mereka. Dengan pesan instan desktop, Anda bisa menunjukkan diri ‘online’ tapi mungkin tidak berada di depan komputer. BBM adalah yang pertama selalu dengan Anda dan Anda sungguh selalu online”. Gary sendiri memutuskan keluar dari BlackBerry pada tahun 2016.

BlackBerry mencapai masa keemasannya pada tahun 2008 di dunia industri smartphone berkat keunggulan layanan eksklusif berbagai pesan BlackBerry Messenger (BBM). Hingga tahun 2010 ponsel BlackBerry menjadi favorit dengan layanan messagingnya yaitu BBM. Kelebihan BBM selain untuk berbagi pesan dapat juga digunakan untuk voice call, voice note, mengirim photo dan share lokasi. Belum lagi fitur PIN untuk menambah kontak dan suara ping untuk menyapa atau memberi tahu bahwa ada pesan yang belum juga dibaca atau dibalas. Selain PIN dan ping yang begitu khas pada BBM, masih ada beberapa istilah populer pengguna BBM seperti misalnya DP (Display Picture), DN (Display Name), PM (Personal Message), BC (Broadcast), D/R (Delivered untuk status sudah terkirim/Read untuk status sudah dibaca), TC (Test Contact), Delcont (Delete Contact) dan Auto Text. Dapat dikatakan BBM menjadi pelopor layanan berbagi pesan modern.

Mulai tahun 2010 pula smartphone BlackBerry mulai menghadapi persaingan ketat dengan smartphone Android dan iOS dengan iPhone-nya. Sehingga pertengahan tahun 2013 Thorsten Heins selaku CEO BlackBerry memutuskan untuk membuka eksklusifitas layanan BBM untuk dapat digunakan diplatform Android dan iOS. BBM yang punya berbagai keunggulan juga ingin bersaing dengan layanan berbagi pesan lintas platform lainnya seperti WhatsApp, Kakao Talk, Line dan WeChat. Pada awalnya kehadiran BBM di Android dan iOS disambut antusias pengguna smartphone sehingga banyak pengguna Android dan iPhone yang menggunakan BBM. Di tahun 2015 pengguna BBM diseluruh dunia mencapai 190 juta. Walau mulai tersaingi oleh WhatsApp, tapi pengguna BBM di Indonesia masih banyak membuat PT Elang Mahkota Teknologi atau Emtek membeli BBM tahun 2016 senilai USD 207,5 juta untuk enam tahun memiliki hak brand, properti intelektual dan lisensi teknologi yang kemudian dihadirkan banyak fitur baru.

Namun, setelah kurang lebih 14 tahun sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2005, BBM akan tutup beroperasi mulai tanggal 31 Mei 2019. Banyaknya pengguna BBM yang pindah ke platform lain dan sulitnya mendapatkan pengguna baru membuat perusahaan memutuskan untuk berhenti beroperasi. Berikut isi pernyataan lengkap tentang BBM yang akan berhenti beroperasi yang dikutip dari halaman blog BBM pada tanggal 18 April 2019:

Hari ini kami mengumumkan bahwa BBM akan berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019.
Tiga tahun lalu, kami mengawali perjalanan untuk memperbaharui BBM, salah satu aplikasi pesan instan yang paling dicintai. Kami berambisi menghadirkan sebuah layanan lintas-platform yang memungkinkan pengguna untuk tak hanya berkirim pesan dan berbagi cerita, tetapi juga menikmati berbagai konten dan bahkan membayar aneka tagihan.
Kami telah mencurahkan hati dan tenaga kami untuk mewujudkannya, dan kami bangga atas apa yang telah berhasil kami capai hingga saat ini.
Namun, tak dapat dipungkiri, industri teknologi begitu dinamis. Walau kami telah mengerahkan berbagai upaya, banyak pengguna memilih beranjak ke platform lain, sementara pengguna baru sulit untuk didapat.
Walaupun berat, kini telah tiba waktunya untuk kami pun beranjak.
Kami mengucapkan terima kasih pada para pengguna, mitra, dan karyawan kami yang telah menjadi bagian dari BBM selama ini. Dukungan Anda sangat berarti bagi kami.
Kami harap Anda akan terus mengenang berbagai memori indah bersama BBM yang telah turut membentuk masa depan platform pesan instan hingga hari ini.

Rupanya bos BlackBerry kecewa dengan berhenti beroperasinya BBM seperti dikutip dari laman CrackBerry pada hari Jumat (19/4/2019), Chief Marketing Officer (CMO) BlackBerry, Mark Wilson mengatakan “Kami menghormati keputusan Emtek, kami kecewa platform tidak berkembang dan tumbuh seperti yang diharapkan. Setelah banyak pertimbangan, kami memutuskan bahwa pengguna setia BBM harus terus memiliki platform perpesanan yang aman yang dapat mereka percayai”. Aplikasi perpesanan yang dimaksud adalah BBM Entreprise (BBMe) yaitu aplikasi berbagi pesan terenskripsi end-to-end kelas enterprise. Selain di smartphone BBMe dapat digunakan di Windows dan Mac dengan beragam fitur yang sudah akrab dengan pengguna BBM seperti grup chating, voice call, video call, edit, retraksi, dan opsi pesan kedaluwarsa. Pengguna juga masih dapat melihat kapan pesan diterima dan dibaca, mengirim voice note, file dan share lokasi.

Keunggulan BBMe terletak pada privasi pengguna. Klaim BlackBerry mereka tidak memonetisasi data, tidak meminta nomor telepon, saran kontak kepada pengguna, tidak ingin tahu dari mana pengguna mengirim pesan, atau apa yang dibagikan. Dan BBMe hanya membutuhkan alamat email untuk mendaftar. Selama masa transisi setelah BBM ditutup, BBMe untuk setahun akan tersedia gratis, baru kemudian akan dikenakan biaya langganan sebesar USD 2,49 per 6 bulan.